Parigi Moutong, 8 September 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Parigi Moutong memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada 182 warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu pemulihan masyarakat setelah bencana yang merusak puluhan rumah dan mengganggu aktivitas warga. Tim kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai kondisi yang berpotensi muncul maupun memburuk setelah bencana, terutama pada kelompok lanjut usia dan warga yang memiliki riwayat penyakit. Selain pemeriksaan, masyarakat memperoleh konsultasi medis serta obat-obatan dan vitamin tanpa dipungut biaya. BAZNAS berharap layanan tersebut dapat membantu memastikan kebutuhan kesehatan warga tetap terpenuhi selama memasuki masa pemulihan.
Pelayanan kesehatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi Rumah Sehat BAZNAS Parigi Moutong, BAZNAS Sulawesi Tengah dan pemerintah daerah setempat. Tim medis gabungan yang diterjunkan terdiri atas dokter, perawat dan tenaga analis yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat terdampak. Jenis pemeriksaan yang tersedia meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol hingga asam urat. Warga juga dapat berkonsultasi mengenai keluhan yang dialami sehingga tenaga medis dapat menentukan penanganan maupun obat yang dibutuhkan. Pendekatan tersebut memungkinkan pemeriksaan dilakukan secara lebih menyeluruh, terutama untuk mendeteksi gangguan kesehatan yang mungkin tidak langsung dirasakan setelah bencana.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad menjelaskan pelayanan kesehatan pascabencana memiliki peran penting dalam memulihkan kondisi fisik para korban. Pemeriksaan juga diarahkan untuk mencegah terjadinya komplikasi penyakit lanjutan yang berpotensi muncul ketika kondisi kesehatan masyarakat tidak terpantau dengan baik. Perhatian khusus diberikan kepada lansia serta warga yang sebelumnya mempunyai riwayat penyakit karena kelompok tersebut dapat membutuhkan pemantauan lebih intensif. Menurut BAZNAS, pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan tempat tinggal dan infrastruktur, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga. Kehadiran tenaga medis di lokasi diharapkan memudahkan warga memperoleh pelayanan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat sejumlah kondisi kesehatan warga yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Tim medis menemukan warga dengan kadar kolesterol tinggi, gula darah tinggi serta kadar asam urat yang berada di atas kondisi normal. Selain itu, ditemukan pula sejumlah keluhan seperti dispepsia, infeksi saluran pernapasan akut, hipertensi, nyeri otot atau myalgia, hingga diare akut. Temuan tersebut memperlihatkan pentingnya pemantauan kesehatan selama periode pascabencana karena masyarakat dapat menghadapi berbagai keluhan secara bersamaan. Pemberian obat, vitamin dan konsultasi kemudian disesuaikan dengan hasil pemeriksaan serta kebutuhan masing-masing warga yang datang mendapatkan pelayanan.
Banjir bandang yang menjadi latar belakang pelayanan kesehatan tersebut melanda Desa Avolua pada Rabu, 26 Agustus 2026. Bencana menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan dan sempat melumpuhkan akses Jalan Trans Sulawesi yang menjadi jalur penting mobilitas masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada kondisi tempat tinggal, tetapi juga aktivitas ekonomi, transportasi dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari warga. Berdasarkan data BPBD yang dikutip BAZNAS, sebanyak 32 warga dari 10 kepala keluarga masih menempati tenda yang disediakan PMI dan Kementerian Sosial selama masa pemulihan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap layanan dasar, termasuk pelayanan kesehatan, masih diperlukan meskipun fase awal tanggap darurat telah berlalu.
Kondisi masyarakat yang masih tinggal di tempat penampungan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pemulihan pascabencana. Perubahan lingkungan tempat tinggal, keterbatasan fasilitas serta aktivitas membersihkan kawasan terdampak dapat memengaruhi kondisi fisik warga, terutama mereka yang mempunyai penyakit sebelumnya. Pemeriksaan kesehatan membantu menemukan keluhan lebih dini sehingga penanganan dapat diberikan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berat. Pada kelompok lansia, pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan parameter kesehatan lainnya menjadi penting karena penyakit kronis tetap membutuhkan pemantauan meskipun masyarakat sedang menghadapi situasi bencana. BAZNAS karena itu menempatkan pelayanan medis sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari dukungan kemanusiaan kepada korban.
Selain menangani keluhan yang ditemukan saat pemeriksaan, pelayanan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya mengontrol kesehatan setelah bencana. Warga dengan riwayat penyakit dianjurkan tetap memperhatikan kondisi tubuh dan menjalankan pengobatan yang dibutuhkan meskipun rutinitas sehari-hari mengalami perubahan. Langkah pencegahan menjadi penting karena beberapa penyakit dapat memburuk apabila pemeriksaan maupun konsumsi obat terhenti dalam waktu tertentu. Ketersediaan konsultasi medis gratis memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh penjelasan langsung mengenai kondisi kesehatan mereka. Dengan demikian, pelayanan tidak hanya berorientasi pada pemberian obat, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pemantauan kesehatan selama proses pemulihan.
BAZNAS juga mengajak masyarakat luas untuk terus memberikan dukungan kepada warga yang terdampak banjir bandang di Parigi Moutong. Pemulihan dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena kebutuhan korban dapat berlangsung lebih lama dibandingkan fase darurat ketika bencana pertama kali terjadi. Kolaborasi BAZNAS daerah, Rumah Sehat BAZNAS dan pemerintah setempat menjadi salah satu bentuk sinergi untuk menjangkau kebutuhan warga secara langsung. Dukungan kesehatan melengkapi berbagai kebutuhan lain yang harus dipenuhi, mulai dari tempat tinggal sementara hingga pemulihan aktivitas masyarakat. Dengan kerja bersama, proses pemulihan diharapkan berlangsung lebih cepat dan kelompok rentan tetap memperoleh perhatian selama kondisi belum sepenuhnya kembali normal.
Pelayanan kesehatan gratis bagi 182 warga Desa Avolua menjadi bagian dari upaya memastikan dampak banjir tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih luas. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat memungkinkan tenaga medis mengidentifikasi sejumlah kondisi yang memerlukan perhatian, sementara konsultasi serta pemberian obat membantu warga mendapatkan penanganan awal. Keberadaan puluhan warga yang masih menempati tenda menunjukkan proses pemulihan di Parigi Moutong masih berlangsung dan membutuhkan dukungan berkelanjutan. BAZNAS menegaskan kebutuhan kesehatan korban tetap menjadi perhatian selama masa pascabencana, terutama bagi lansia dan masyarakat dengan riwayat penyakit. Melalui pelayanan medis dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemulihan diharapkan tidak hanya menyentuh infrastruktur yang rusak, tetapi juga menjaga kondisi fisik masyarakat hingga kehidupan mereka kembali berjalan normal.





