Jakarta, 28 Juli 2026 – Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 menjadi perangkat pertama yang mendapatkan Gemini Nano 4, generasi terbaru model kecerdasan buatan ringan dari Google yang dirancang untuk bekerja langsung pada perangkat. Kehadiran teknologi tersebut memperkuat posisi seri ponsel lipat terbaru Samsung sebagai perangkat yang tidak hanya mengandalkan inovasi desain, tetapi juga kemampuan AI yang semakin terintegrasi dengan aktivitas pengguna. Samsung sendiri memperkenalkan generasi kedelapan Galaxy Z Series pada Galaxy Unpacked di London pada 22 Juli 2026, dengan Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Flip 8, dan Galaxy Z Fold 8 Ultra sebagai jajaran terbarunya. Gemini Nano 4 memungkinkan sejumlah pemrosesan AI dilakukan secara lokal sehingga perangkat dapat memberikan respons dengan lebih cepat untuk tugas tertentu tanpa selalu bergantung pada pemrosesan berbasis cloud. Integrasi tersebut juga membuka peluang hadirnya fitur AI yang lebih kontekstual karena model dapat bekerja bersama kemampuan perangkat dan sistem operasi. Perkembangan ini memperlihatkan bahwa persaingan ponsel premium mulai semakin bergeser dari sekadar spesifikasi perangkat keras menuju kemampuan AI yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Gemini Nano dikembangkan sebagai bagian dari keluarga Gemini dengan ukuran yang disesuaikan untuk lingkungan perangkat yang memiliki keterbatasan memori dan sumber daya dibandingkan pusat data. Konsep on-device AI memungkinkan sebagian pekerjaan kecerdasan buatan dilakukan langsung menggunakan kemampuan komputasi smartphone, terutama melalui NPU dan komponen pemrosesan lain yang tersedia pada chipset. Pada Galaxy Z Fold 8, Samsung menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang membawa peningkatan kemampuan pemrosesan termasuk untuk kebutuhan AI. Kombinasi perangkat keras tersebut dengan Gemini Nano 4 dapat memberikan fondasi untuk menjalankan fungsi kecerdasan buatan secara lebih efisien di perangkat. Pendekatan lokal juga dapat mengurangi kebutuhan mengirimkan data tertentu ke server untuk setiap proses, meskipun fitur yang memerlukan informasi daring tetap membutuhkan koneksi internet. Pembagian antara pemrosesan lokal dan cloud inilah yang menjadi salah satu arah penting pengembangan AI pada smartphone generasi terbaru.
Galaxy Z Fold 8 memiliki karakter yang menarik untuk penerapan AI karena layar lipatnya memberikan ruang lebih luas untuk menjalankan berbagai aktivitas secara bersamaan. Samsung merancang generasi terbaru Fold dengan fokus pada pengalaman menikmati konten dan produktivitas, termasuk penggunaan beberapa aplikasi dalam alur kerja yang lebih kompleks dibandingkan ponsel konvensional. AI dapat berperan membantu pengguna mengolah informasi, menyunting konten, mencari informasi tertentu, hingga mendukung aktivitas yang melibatkan beberapa aplikasi. Kemampuan tersebut semakin relevan ketika layar utama dibuka karena pengguna memiliki ruang untuk menampilkan lebih banyak informasi secara bersamaan. Integrasi AI yang semakin dalam juga berpotensi mengurangi tahapan manual untuk tugas yang sebelumnya membutuhkan perpindahan antaraplikasi. Bagi Fold 8, kecerdasan buatan akhirnya menjadi bagian dari upaya memanfaatkan format layar besar, bukan sekadar tambahan fitur yang berjalan terpisah dari karakter perangkat.
Galaxy Z Flip 8 menawarkan pendekatan berbeda karena perangkat tersebut mengutamakan bentuk ringkas dan penggunaan FlexWindow ketika ponsel dalam keadaan terlipat. Samsung mengintegrasikan berbagai kemampuan Galaxy AI terbaru pada Flip 8, termasuk Photo Assist untuk membantu pengeditan foto melalui instruksi pengguna serta Now Brief yang memberikan rangkuman informasi dan tindakan yang relevan. Format layar luar membuat penerapan AI menarik karena informasi perlu disajikan secara ringkas tanpa selalu mengharuskan pengguna membuka layar utama. Dengan pemrosesan yang semakin pintar, ponsel dapat membantu memilih informasi yang relevan berdasarkan aktivitas yang sedang dilakukan. Pengguna pada akhirnya dapat memperoleh manfaat AI melalui interaksi yang lebih sederhana, bukan hanya ketika membuka aplikasi khusus kecerdasan buatan. Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi AI mulai disesuaikan dengan karakter fisik perangkat, termasuk smartphone lipat dengan dua skenario penggunaan layar.
Kehadiran Gemini Nano 4 juga memperlihatkan semakin eratnya hubungan pengembangan teknologi antara Samsung dan Google dalam membangun pengalaman AI pada Android. Samsung membawa Galaxy AI sebagai lapisan pengalaman yang menggabungkan berbagai fungsi kecerdasan buatan dengan perangkat keras dan layanan yang digunakan konsumen. Sementara itu, teknologi Gemini memberikan kemampuan model AI yang dapat digunakan untuk memahami dan memproses berbagai jenis informasi. Integrasi keduanya membuat smartphone semakin bergerak menuju konsep perangkat yang dapat membantu pengguna berdasarkan konteks, bukan hanya menunggu perintah sederhana seperti generasi asisten digital sebelumnya. Tantangan berikutnya adalah memastikan fitur tersebut benar-benar memberikan manfaat dalam penggunaan harian dan tidak sekadar menjadi tambahan dalam daftar spesifikasi. Kecepatan, akurasi, konsumsi daya, privasi, serta dukungan bahasa akan menjadi beberapa aspek yang menentukan pengalaman pengguna.
Pemrosesan AI langsung di perangkat memiliki sejumlah keuntungan potensial, terutama untuk fungsi yang membutuhkan respons cepat dan dapat diselesaikan tanpa komunikasi terus-menerus dengan pusat data. Ketika model dapat menjalankan tugas tertentu secara lokal, latensi dapat berkurang karena perangkat tidak harus menunggu proses pengiriman dan penerimaan informasi melalui jaringan. Pendekatan tersebut juga dapat memberikan keuntungan privasi untuk skenario tertentu karena data dapat diproses tanpa harus meninggalkan perangkat, bergantung pada implementasi masing-masing fitur. Namun, model lokal tetap memiliki keterbatasan karena kemampuan komputasi smartphone tidak sebesar infrastruktur cloud. Karena itu, pengalaman AI modern kemungkinan akan terus menggunakan pendekatan hibrida yang menentukan kapan tugas diproses secara lokal dan kapan membutuhkan model yang lebih besar di server. Gemini Nano 4 menjadi bagian penting dari perkembangan tersebut karena membawa kemampuan AI generasi baru semakin dekat dengan pengguna.
Debut Gemini Nano 4 pada Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 akhirnya menunjukkan bagaimana AI mulai menjadi fondasi penting dalam pengembangan smartphone premium generasi 2026. Samsung tidak hanya memperbarui bentuk perangkat lipat, tetapi juga memperluas cara perangkat memahami dan membantu aktivitas pengguna melalui kemampuan AI yang semakin terintegrasi. Galaxy Z Fold 8 menawarkan ruang besar untuk produktivitas dan pengalaman multitasking, sedangkan Galaxy Z Flip 8 memanfaatkan format ringkas serta FlexWindow untuk menghadirkan interaksi yang lebih praktis. Kehadiran Gemini Nano 4 berpotensi menjadi awal sebelum teknologi serupa menjangkau lebih banyak perangkat Android pada masa mendatang. Persaingan produsen smartphone pun semakin ditentukan oleh kemampuan mengoptimalkan perangkat keras, sistem operasi, dan model AI sebagai satu pengalaman yang utuh. Bagi konsumen, perkembangan tersebut dapat membuat peningkatan generasi smartphone berikutnya lebih banyak terasa melalui kemampuan perangkat memahami kebutuhan pengguna daripada sekadar peningkatan angka spesifikasi.





