Ponorogo, 18 September 2026 – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kecerdasan dan keluasan pengetahuan bagi pemimpin Indonesia agar mampu menghadapi berbagai tantangan serta tidak mudah dibohongi. Pesan tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Menurut Prabowo, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki jabatan, tetapi perlu memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan negara. Kemampuan memperoleh serta menilai informasi secara tepat dinilai penting ketika mengambil keputusan yang berdampak luas. Ia juga mengingatkan generasi muda untuk terus memperluas pengetahuan sehingga mampu melihat persoalan secara lebih menyeluruh. Pendidikan dan kemampuan berpikir kritis menjadi bagian yang ditekankan dalam pesan tersebut.
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan seseorang juga harus memiliki keberanian untuk melihat kekurangan dan kelemahan dirinya sendiri. Menurutnya, pengetahuan yang luas perlu diikuti kemampuan memahami persoalan secara benar dan tidak mengabaikan ketidakadilan yang terjadi di sekitar masyarakat. Ia menyinggung adanya kalangan berpendidikan tinggi yang menurut penilaiannya justru tidak mampu melihat persoalan ketidakadilan dengan tepat. Prabowo bahkan menyampaikan kritik terhadap pihak yang dinilainya lebih membela kepentingan asing dibandingkan kepentingan bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks pentingnya kemandirian berpikir bagi generasi Indonesia. Ia menginginkan masyarakat memiliki kemampuan menilai berbagai informasi dan kepentingan secara mandiri.
Selain pengetahuan, Prabowo menekankan pentingnya memiliki pikiran bebas dan tidak mudah dipengaruhi oleh pihak yang dinilai tidak memiliki niat baik terhadap Indonesia. Kebebasan berpikir menurutnya harus disertai kemampuan menyaring informasi dan memahami kepentingan yang berada di balik suatu pandangan. Pesan tersebut terutama diarahkan kepada generasi muda yang menghadapi arus informasi semakin besar melalui perkembangan teknologi dan media digital. Kemampuan berpikir kritis diperlukan agar masyarakat tidak mudah menerima informasi tanpa melakukan penilaian terlebih dahulu. Prabowo juga mengingatkan agar generasi Indonesia tidak memiliki rasa rendah diri ketika berhadapan dengan bangsa lain. Ia meminta masyarakat tidak merasa kalah sebelum berjuang menghadapi berbagai tantangan.
Prabowo mengaitkan pesan tersebut dengan nilai-nilai pendidikan yang dikembangkan Pondok Modern Darussalam Gontor. Ia menyoroti Panca Jiwa Gontor yang mencakup keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah dan kebebasan. Menurut Prabowo, sejumlah nilai tersebut memiliki kesamaan dengan semangat yang dibutuhkan dalam membangun bangsa yang mandiri. Ia juga menekankan pentingnya membentuk manusia berbudi tinggi, sehat, berpengetahuan luas, berpikiran bebas dan berjiwa besar. Integritas menjadi bagian yang mendapat perhatian karena pengetahuan tanpa kejujuran dinilai tidak cukup untuk menjalankan tanggung jawab. Prabowo juga mengingatkan bahwa kepercayaan dan jabatan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menekankan pentingnya kesehatan sebagai modal bagi seseorang untuk bekerja dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Kondisi fisik yang baik dinilai mendukung kemampuan generasi muda untuk belajar, bekerja keras dan menjalankan tanggung jawabnya. Pendidikan menurutnya perlu membentuk manusia secara lebih menyeluruh, bukan hanya mengejar kemampuan akademik. Karakter, integritas, kesehatan serta keberanian menghadapi persoalan menjadi bagian yang harus berkembang secara bersamaan. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menyiapkan generasi yang nantinya memegang berbagai tanggung jawab dalam kehidupan masyarakat. Prabowo berharap lembaga pendidikan terus menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan sekaligus karakter kuat.
Peringatan satu abad Gontor juga menjadi momentum bagi Prabowo untuk menyampaikan pandangannya mengenai kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan Indonesia pada masa mendatang. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Presiden turut meresmikan Balai Pertemuan Pondok Modern serta Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam Gontor. Sejumlah pejabat negara turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut. Prabowo menempatkan pendidikan sebagai salah satu instrumen penting untuk menghasilkan generasi yang mampu berpikir mandiri sekaligus memahami kepentingan nasional. Menurutnya, pemimpin masa depan harus memiliki pengetahuan yang cukup agar dapat menilai persoalan sebelum mengambil keputusan. Pesan mengenai kecerdasan, integritas dan kemandirian berpikir menjadi bagian utama yang disampaikan dalam peringatan 100 tahun Gontor tersebut.





