Jakarta, 15 September 2026 – Hoshi SEVENTEEN mengalami cedera serius pada lutut ketika menjalani wajib militer di Korea Selatan. Pemeriksaan medis menunjukkan Hoshi mengalami robekan total anterior cruciate ligament atau ACL setelah lututnya cedera ketika berlatih bersama tim pertunjukan Angkatan Darat. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani operasi dan menghentikan sementara aktivitas fisik intensif untuk menjalani pemulihan. Hoshi juga dipastikan tidak dapat mengikuti sejumlah agenda militer yang sebelumnya telah dipersiapkannya. Cedera ACL termasuk masalah yang cukup serius karena ligamen tersebut mempunyai peran penting dalam menjaga kestabilan sendi lutut ketika seseorang bergerak, berlari, melompat, atau melakukan perubahan arah secara cepat. Bagi Hoshi yang dikenal sebagai performer dan penari dengan aktivitas fisik tinggi, proses rehabilitasi menjadi bagian penting sebelum nantinya kembali melakukan gerakan intensif.
Hoshi mengungkap kondisi tersebut kepada penggemar pada 12 September 2026. Ia menjelaskan cedera terjadi ketika mengikuti latihan bersama Ground Forces performance team sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari pemeriksaan itulah diketahui ACL pada lututnya mengalami robekan total. Hoshi menyampaikan dirinya akan menjalani operasi dan setelah itu memusatkan perhatian pada pemulihan. Konsekuensinya, ia tidak dapat mengikuti agenda Taekwondo Demonstration Team serta Ground Forces Festival yang sebelumnya dijadwalkan. Ia juga meminta penggemar tetap memberikan dukungan kepada rekan-rekannya yang akan tampil, termasuk Woozi SEVENTEEN.
ACL merupakan salah satu ligamen utama yang terdapat di dalam sendi lutut. Ligamen ini menghubungkan tulang paha atau femur dengan tulang kering atau tibia dan membantu mengendalikan gerakan lutut. Salah satu fungsi pentingnya adalah mencegah tibia bergerak terlalu jauh ke depan terhadap femur. ACL juga membantu memberikan stabilitas ketika seseorang melakukan gerakan memutar atau mengubah arah secara mendadak. Ketika ligamen tersebut robek total, kemampuan lutut mempertahankan kestabilannya dapat berkurang secara signifikan. Pada aktivitas tertentu, seseorang dapat merasakan lutut seperti bergeser atau tidak mampu menopang tubuh dengan stabil.
Cedera ACL dapat terjadi tanpa benturan langsung dengan orang atau benda lain. Gerakan mendarat setelah melompat, perubahan arah mendadak, berhenti secara tiba-tiba, atau gerakan memutar ketika kaki menapak dapat memberikan tekanan besar pada ligamen. Dalam kasus Hoshi, informasi yang tersedia menyebut cedera terjadi ketika latihan bersama tim pertunjukan militer, tetapi detail mekanisme gerakan yang menyebabkan ACL robek belum dijelaskan secara terbuka. Karena itu, tidak tepat menyimpulkan gerakan tertentu sebagai penyebab langsung cedera tersebut. Pemeriksaan medis yang dijalani Hoshi memastikan tingkat cederanya berupa robekan total. Kondisi seperti ini berbeda dengan cedera ringan ketika sebagian serat ligamen masih tetap utuh.
Ketika ACL mengalami cedera, sebagian orang dapat mendengar atau merasakan sensasi seperti bunyi “pop” pada lutut saat kejadian. Setelahnya dapat muncul nyeri, pembengkakan, keterbatasan pergerakan, serta kesulitan memberikan beban pada kaki. Gejala setiap orang dapat berbeda bergantung pada tingkat cedera dan kemungkinan kerusakan pada struktur lain di sekitar lutut. Cedera ACL juga terkadang terjadi bersamaan dengan kerusakan meniskus, tulang rawan, atau ligamen lainnya. Karena itu, pemeriksaan fisik dan pencitraan seperti MRI dapat digunakan dokter untuk mengetahui kondisi struktur lutut secara lebih lengkap. Tingkat kerusakan tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan penanganan.
Pada robekan total ACL, operasi rekonstruksi dapat menjadi pilihan terutama bagi orang yang ingin kembali menjalani aktivitas dengan banyak gerakan berputar, melompat, dan perubahan arah. Prosedurnya umumnya bukan sekadar menyambungkan kembali ACL yang putus, tetapi mengganti ligamen menggunakan jaringan tendon yang berfungsi sebagai graft. Setelah operasi, pasien harus menjalani rehabilitasi secara bertahap untuk mengembalikan rentang gerak, kekuatan otot, keseimbangan, serta kontrol lutut. Tahapan tersebut tidak dapat dipercepat hanya karena rasa sakit sudah berkurang. Jaringan hasil rekonstruksi membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan menjadi cukup kuat menghadapi beban aktivitas tinggi. Karena itu, keputusan kembali melakukan olahraga atau aktivitas berat harus didasarkan pada evaluasi tenaga medis.
Pemulihan menjadi sangat penting bagi Hoshi karena aktivitas profesionalnya membutuhkan kemampuan fisik yang tinggi. Sebagai anggota Performance Unit SEVENTEEN, gerakan tari merupakan bagian besar dari pekerjaannya. Koreografi K-pop dapat melibatkan lompatan, pendaratan, perubahan arah, putaran, dan gerakan eksplosif yang memberikan tekanan pada lutut. Kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari setelah operasi tidak berarti seseorang telah siap kembali melakukan koreografi dengan intensitas tinggi. Rehabilitasi perlu mengembalikan kekuatan dan kontrol neuromuskular sebelum beban ditingkatkan. Karena itu, belum ada dasar untuk menentukan secara pasti kapan Hoshi dapat kembali menari dengan intensitas penuh.
Hoshi sendiri menyatakan akan menjalani pengobatan dengan baik dan berfokus pada pemulihan. Jadwal wajib militernya sebelumnya mencantumkan tanggal selesai tugas pada 15 Maret 2027. Cedera tersebut muncul sekitar enam bulan sebelum jadwal tersebut dan membuat aktivitas militernya dalam waktu dekat harus disesuaikan. Sejauh informasi resmi yang tersedia, yang telah dipastikan adalah kebutuhan operasi, masa pemulihan, serta ketidakhadirannya dari kegiatan Taekwondo Demonstration Team dan Ground Forces Festival yang telah dijadwalkan. Dampak lebih lanjut terhadap status wajib militernya bergantung pada evaluasi dan prosedur yang berlaku sehingga tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan diagnosis ACL.
Proses rehabilitasi setelah operasi ACL biasanya berlangsung melalui beberapa fase. Tahap awal berfokus mengurangi pembengkakan, memulihkan kemampuan meluruskan dan menekuk lutut, serta mengaktifkan kembali otot yang melemah setelah cedera dan operasi. Beban kemudian ditingkatkan secara bertahap melalui latihan kekuatan, keseimbangan, dan kontrol gerakan. Pada tahap yang lebih lanjut, latihan dapat mulai menyerupai kebutuhan aktivitas pasien, termasuk berlari, melompat, mendarat, dan melakukan perubahan arah. Kemajuan setiap orang berbeda sehingga rehabilitasi tidak sebaiknya ditentukan hanya berdasarkan berapa bulan yang telah berlalu sejak operasi. Evaluasi fungsi lutut menjadi faktor penting sebelum seseorang kembali menjalani aktivitas dengan risiko tinggi.
Cedera Hoshi sekaligus memperlihatkan mengapa ACL menjadi salah satu struktur lutut yang sangat penting bagi atlet, penari, maupun orang dengan aktivitas fisik intensif. Robekan total dapat mengganggu stabilitas sendi dan membutuhkan perjalanan pemulihan yang relatif panjang sebelum kemampuan fisik kembali maksimal. Hoshi telah memastikan dirinya akan menjalani operasi dan memusatkan perhatian pada proses pemulihan setelah cedera ketika menjalani latihan militer. Untuk sementara, ia harus melewatkan sejumlah kegiatan yang sebelumnya telah dipersiapkan. Waktu kembalinya Hoshi ke aktivitas fisik penuh nantinya akan sangat bergantung pada hasil operasi, perkembangan rehabilitasi, kekuatan lutut, serta penilaian tim medis. Fokus utama setelah cedera ACL bukan sekadar kembali bergerak, tetapi memastikan lutut memperoleh kembali stabilitas dan fungsi yang diperlukan untuk menghadapi aktivitas intensif secara aman.





