Jakarta, 11 Juni 2026 – Industri smartphone global tengah menghadapi tantangan baru yang berpotensi memengaruhi harga perangkat dalam beberapa tahun ke depan. CEO Nothing, Carl Pei, baru-baru ini mengungkap bahwa biaya memori atau RAM kini mengalami kenaikan signifikan dan bahkan telah menjadi komponen paling mahal dalam sebuah smartphone modern. Pernyataan tersebut menarik perhatian karena selama ini komponen seperti chipset dan layar sering dianggap sebagai bagian dengan biaya produksi tertinggi. Kenaikan harga RAM diperkirakan akan berdampak pada harga jual ponsel di berbagai segmen, mulai dari kelas menengah hingga flagship. Fenomena ini menunjukkan bagaimana perubahan rantai pasok global dapat memengaruhi industri teknologi secara luas.
Menurut Carl Pei, biaya memori untuk pengembangan salah satu ponsel Nothing bahkan mengalami kenaikan berlipat ganda dalam periode yang relatif singkat. Ia menyebut bahwa RAM kini dapat menyumbang lebih dari 50 persen dari total biaya perangkat keras sebuah smartphone. Dalam beberapa kasus, biaya memori disebut telah melampaui harga prosesor maupun panel layar yang selama ini menjadi komponen utama dalam sebuah perangkat. Kondisi tersebut membuat produsen menghadapi tekanan untuk menyesuaikan harga produk mereka.
Kenaikan harga RAM tidak terjadi tanpa sebab. Para analis industri menjelaskan bahwa meningkatnya kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI menjadi salah satu faktor utama. Pusat data AI memerlukan memori berkapasitas besar dan berkecepatan tinggi, sehingga menciptakan persaingan permintaan dengan industri smartphone. Akibatnya, pasokan memori global menjadi lebih ketat dan harga komponen terus meningkat. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi AI turut memengaruhi sektor elektronik konsumen secara tidak langsung.
Selain RAM, komponen penyimpanan seperti NAND flash juga mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Kedua komponen tersebut merupakan bagian penting dalam menentukan performa smartphone modern. Semakin tinggi kapasitas RAM dan penyimpanan yang ditawarkan, semakin besar pula biaya produksi perangkat. Dalam kondisi pasar saat ini, produsen dihadapkan pada pilihan sulit antara menaikkan harga jual atau menyesuaikan spesifikasi produk agar tetap kompetitif.
Carl Pei bahkan memperingatkan bahwa tren kenaikan harga smartphone diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun depan. Ia menilai era ketika ponsel dapat menawarkan spesifikasi lebih tinggi dengan harga yang tetap atau lebih murah mungkin mulai berakhir. Sejak awal 2026, sejumlah perangkat baru telah diluncurkan dengan harga yang lebih mahal dibanding pendahulunya. Kondisi ini diperkirakan akan dirasakan oleh hampir seluruh merek smartphone besar di dunia.
Dampak kenaikan harga RAM tidak hanya dirasakan produsen smartphone. Industri komputer pribadi, laptop, dan perangkat elektronik lain juga menghadapi tantangan serupa karena menggunakan jenis memori yang sama. Ketika permintaan meningkat secara bersamaan dari berbagai sektor, tekanan terhadap pasokan global menjadi semakin besar. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya komponen semikonduktor dalam mendukung perkembangan ekonomi digital modern.
Para pengamat teknologi menilai bahwa konsumen kemungkinan akan menghadapi perubahan tren pasar dalam beberapa tahun mendatang. Jika sebelumnya peningkatan spesifikasi menjadi faktor utama persaingan antarprodusen, ke depan fokus bisa bergeser pada efisiensi perangkat lunak, desain, dan pengalaman pengguna. Produsen juga diperkirakan akan lebih selektif dalam menentukan konfigurasi RAM dan penyimpanan untuk menjaga keseimbangan harga dan performa.
Di sisi lain, perkembangan AI diperkirakan terus meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur komputasi berperforma tinggi. Hal ini berpotensi menjaga harga memori tetap tinggi dalam jangka menengah. Selama belum ada peningkatan kapasitas produksi yang signifikan dari industri semikonduktor, tekanan terhadap pasokan kemungkinan masih akan berlangsung. Oleh karena itu, dinamika pasar memori global akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah industri teknologi ke depan.
Bagi konsumen, kondisi ini menjadi pengingat bahwa harga perangkat elektronik dipengaruhi oleh banyak faktor di luar spesifikasi yang terlihat. Mulai dari rantai pasok global, permintaan industri lain, hingga perkembangan teknologi baru dapat berdampak langsung pada harga produk yang beredar di pasaran. Pernyataan CEO Nothing tersebut sekaligus menggambarkan bahwa industri smartphone sedang memasuki fase baru, ketika komponen memori menjadi salah satu penentu utama harga perangkat modern.





