Jakarta, 1 Juni 2026 – Persaingan inovasi di industri smartphone kembali memanas setelah muncul laporan yang menyebut bahwa Xiaomi tengah mengembangkan fitur layar privasi yang disebut-sebut memiliki konsep serupa dengan teknologi Privacy Display milik Samsung Electronics pada Samsung Galaxy S26 Ultra. Bocoran tersebut langsung menarik perhatian pengamat teknologi karena fitur privasi layar menjadi salah satu inovasi yang cukup banyak dibicarakan sejak diperkenalkan Samsung pada lini flagship terbarunya. Jika informasi tersebut benar, Xiaomi berpotensi menjadi salah satu produsen pertama yang menghadirkan alternatif teknologi serupa untuk pengguna Android di luar ekosistem Samsung. Kehadiran fitur ini dinilai dapat memperluas pilihan konsumen yang menginginkan perlindungan tambahan terhadap aktivitas melihat layar di ruang publik. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai keamanan data dan privasi digital, teknologi seperti ini dianggap memiliki relevansi yang semakin besar dalam penggunaan sehari-hari.
Berdasarkan berbagai laporan yang beredar, fitur layar privasi Xiaomi kemungkinan akan diperkenalkan melalui pembaruan sistem operasi HyperOS 4 yang dijadwalkan hadir pada tahun ini. Berbeda dengan pendekatan Samsung yang menggunakan teknologi perangkat keras khusus bernama Flex Magic Pixel, Xiaomi disebut lebih condong mengembangkan solusi berbasis perangkat lunak atau software. Pendekatan tersebut dinilai memiliki sejumlah keuntungan karena memungkinkan fitur diterapkan ke lebih banyak perangkat tanpa memerlukan komponen layar khusus. Jika benar menggunakan metode software, pengguna tidak harus membeli model flagship terbaru untuk menikmati fitur tersebut. Hal ini berpotensi membuat teknologi perlindungan layar menjadi lebih mudah diakses oleh pengguna dari berbagai segmen perangkat.
Teknologi Privacy Display sendiri dirancang untuk mempersempit sudut pandang layar sehingga konten yang tampil menjadi lebih sulit dilihat oleh orang lain dari sisi samping. Konsep tersebut bertujuan mengurangi risiko aktivitas mengintip layar atau shoulder surfing ketika pengguna berada di tempat umum seperti transportasi publik, bandara, ruang tunggu, maupun area kerja bersama. Pada Galaxy S26 Ultra, teknologi tersebut diterapkan langsung pada panel layar melalui pendekatan perangkat keras yang memungkinkan distribusi cahaya diatur secara lebih spesifik. Hasilnya, tampilan layar tetap terlihat normal bagi pengguna yang berada tepat di depan perangkat, tetapi menjadi jauh lebih sulit dilihat dari sudut tertentu. Fitur semacam ini sebelumnya lebih sering ditemukan dalam bentuk lapisan pelindung tambahan yang dipasang di atas layar smartphone atau laptop.
Meski demikian, penggunaan pendekatan berbasis software oleh Xiaomi memunculkan berbagai spekulasi mengenai cara kerja yang akan diterapkan. Sejumlah pengamat menduga perusahaan dapat menggunakan metode yang pernah diterapkan pada beberapa perangkat Android terdahulu, yaitu dengan menggelapkan sebagian area layar atau mengatur tampilan tertentu agar hanya area aktif yang terlihat jelas oleh pengguna. Ada pula kemungkinan Xiaomi mengombinasikan kecerdasan buatan dengan pengaturan tampilan dinamis untuk menciptakan efek privasi yang lebih fleksibel. Sampai saat ini perusahaan belum memberikan penjelasan resmi mengenai mekanisme yang akan digunakan sehingga berbagai detail teknis masih menjadi bahan spekulasi di kalangan pengamat teknologi.
Salah satu alasan mengapa pendekatan software dianggap menarik adalah kemampuannya menjangkau perangkat yang lebih luas. Berbeda dengan teknologi berbasis perangkat keras yang memerlukan panel khusus sejak tahap produksi, fitur software dapat didistribusikan melalui pembaruan sistem operasi selama perangkat masih memenuhi persyaratan teknis tertentu. Kondisi ini membuka peluang bagi sejumlah smartphone Xiaomi generasi sebelumnya untuk memperoleh fitur serupa tanpa harus melakukan penggantian perangkat. Bagi konsumen, pendekatan tersebut dinilai lebih ekonomis sekaligus memperpanjang nilai penggunaan perangkat yang sudah dimiliki. Faktor inilah yang membuat bocoran mengenai fitur layar privasi Xiaomi mendapatkan perhatian cukup besar dari komunitas pengguna Android.
Di sisi lain, beberapa laporan menyebut bahwa teknologi Privacy Display pada Galaxy S26 Ultra juga memiliki sejumlah kompromi, terutama terkait tingkat kecerahan layar yang sedikit berkurang dibanding generasi sebelumnya. Karena bekerja melalui teknologi panel khusus, sebagian pengguna melaporkan adanya perubahan karakter tampilan ketika fitur tersebut diaktifkan. Situasi inilah yang membuat sebagian pengamat menilai pendekatan software Xiaomi berpotensi menawarkan solusi yang lebih fleksibel apabila mampu menghadirkan efek privasi tanpa mengorbankan kualitas tampilan secara signifikan. Namun hingga kini belum ada informasi yang dapat memastikan seberapa efektif sistem yang sedang dikembangkan Xiaomi dibandingkan teknologi milik Samsung.
Persaingan dalam menghadirkan fitur privasi layar juga mencerminkan arah perkembangan industri smartphone yang kini tidak hanya berfokus pada peningkatan performa, kamera, atau kecerdasan buatan. Aspek keamanan dan perlindungan data pribadi mulai menjadi nilai jual yang semakin penting seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat. Banyak pengguna kini menyimpan berbagai informasi sensitif di perangkat mereka, mulai dari data perbankan, dokumen pekerjaan, hingga komunikasi pribadi. Karena itu, fitur yang mampu memberikan perlindungan tambahan terhadap akses visual dari pihak lain dianggap memiliki nilai praktis yang cukup tinggi dalam penggunaan sehari-hari.
Meskipun masih sebatas bocoran, kabar mengenai pengembangan layar privasi oleh Xiaomi menunjukkan bahwa inovasi yang diperkenalkan Samsung melalui Galaxy S26 Ultra mulai memengaruhi arah persaingan di pasar smartphone premium. Jika fitur tersebut benar-benar hadir melalui HyperOS 4, Xiaomi berpotensi menghadirkan salah satu solusi privasi layar yang lebih luas jangkauannya dibanding pendekatan berbasis perangkat keras. Banyak pihak kini menantikan bagaimana implementasi final dari teknologi tersebut serta perangkat mana saja yang nantinya akan memperoleh dukungan resmi. Dengan meningkatnya kebutuhan terhadap keamanan dan privasi digital, fitur layar privasi diperkirakan akan menjadi salah satu area inovasi yang semakin diperhatikan oleh berbagai produsen smartphone dalam beberapa tahun mendatang.






